banner 728x250
Berita  

PLN Engineering Dorong Lulusan SMK Siap Hadapi Peluang Karier di Era Energi Bersih

banner 120x600

Jakarta – Transisi menuju energi bersih membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia, khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sharing Session Green Energy yang menghadirkan Muhamad Royan Alfi Rosidin, Technician Engineering Mechanical, dan Musthafa Endy Basranto, Assistant Manager Pengembangan Talenta dari PLN Engineering (PLNe).

Dalam paparannya, Muhamad Royan Alfi Rosidin menjelaskan bahwa transformasi sektor ketenagalistrikan menjadi salah satu langkah strategis PLN dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia. Menurutnya, pembangunan pembangkit listrik tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan harus mempertimbangkan potensi sumber energi, kondisi geografis, kebutuhan beban listrik, hingga efisiensi jaringan transmisi.

banner 325x300

“Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga jenis pembangkit yang dibangun pun harus disesuaikan dengan potensi wilayahnya,” jelas Royan.

Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia masih memanfaatkan kombinasi pembangkit berbahan bakar fosil dan energi baru terbarukan (EBT). Ke depan, sistem kelistrikan nasional akan semakin diperkuat melalui interkoneksi jaringan dan penerapan smart grid agar distribusi listrik menjadi lebih andal dan efisien.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Salah satu pertanyaan yang banyak menarik perhatian peserta adalah mengenai peluang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Royan menjelaskan bahwa teknologi nuklir merupakan salah satu sumber energi rendah emisi dengan tingkat keandalan tinggi. Namun, implementasinya masih membutuhkan kesiapan regulasi, kebijakan pemerintah, infrastruktur, serta penerimaan masyarakat.

Peserta juga menanyakan kemungkinan Indonesia memanfaatkan sampah sebagai sumber energi listrik. Menurut Royan, pembangkit listrik tenaga sampah memiliki potensi untuk dikembangkan. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah sistem pemilahan sampah yang belum berjalan optimal sehingga bahan baku untuk pembangkit belum memenuhi kebutuhan secara konsisten.

Sementara itu, Musthafa Endy Basranto memaparkan besarnya peluang kerja lulusan SMK di sektor ketenagalistrikan. Ia menyebutkan sejumlah profesi yang semakin dibutuhkan industri, seperti Technician Operation and Maintenance Power Plant, Renewable Energy Technician, SCADA/Control System Technician, Drone & Survey Technician, Energy Efficiency Technician, Data Analyst, BIM Technician, hingga EV Specialist.

Selain kompetensi teknis, Musthafa menegaskan bahwa dunia industri kini semakin memperhatikan kemampuan nonteknis. Komunikasi dan kepemimpinan (leadership) menjadi dua soft skill yang wajib dimiliki calon tenaga kerja.

“Soft skill tidak cukup dipelajari di kelas. Kemampuan tersebut harus dibangun melalui pengalaman organisasi, kerja tim, presentasi, dan keterlibatan dalam berbagai proyek nyata,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa lulusan SMK perlu membekali diri dengan kemampuan Bahasa Inggris, dasar kelistrikan, wiring dan instalasi, membaca single line diagram, troubleshooting PLC, serta memahami budaya keselamatan kerja (K3).

Melalui kegiatan ini, PLN Engineering berharap semakin banyak siswa SMK yang memahami perkembangan industri ketenagalistrikan dan mempersiapkan diri sejak dini untuk menjadi talenta unggul yang siap mendukung transformasi energi Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *